Tinjauan Konsep Pasar Keuangan


Pasar keuangan (financial market) berbeda dengan pasar uang (money market). Pasar keuangan merupakan sebuah lembaga yang memberikan fasilitas transaksi untuk semua tipe tagihan keuangan atau sekuritas. Sedangkan pasar uang merupakan bagian dari pasar keuangan. (Kamaludin & Indriani, 2012 : 18)

Dalam perekonomian, ada pihak yang kelebihan atau surplus dana (rumah tangga dan individu) sementara ada pihak yang memerlukan atau defisit dana (perusahaan). Pasar keuangan terdiri atas lembaga dan mekanisme yang memungkinkan terciptanya aliran dana bagi kedua pihak tersebut. Pihak yang megalami defisit dana memerlukan dana untuk pembiayaan investasi, sementara pihak yang surplus dana bersedia untuk memberikan kelebihan dananya dengan suatu tingkat keuntungan tertentu.


KLASIFIKASI PASAR KEUANGAN

Berdasarkan jatuh tempo klaim, pasar keuangan terdiri atas pasar uang dan pasar modal.
 
1.  Pasar Uang (Money Market)

Pasar uang adalah tempat pasar untuk sekuritas jangka pendek, kurang dari 1 tahun (Kamaludin & Indriani, 2012 : 23).

Instrumen pasar uang ditandai dengan jatuh tempo yang pendek, tingkat resiko rendah, likuid, dan tingkat keuntungan yang komptetitif sebagai pencerminan resiko masing-masing dan kondisi ekonomi. Terbentuknya pasar uang karena individu, perusahaan, pemerintah dan lembaga keuangan lainnya memiliki kelebihan dana yang bersifat sementara, sehingga memerlukan tempat untuk melakukan investasi jangka pendek. Pada saat yang sama, terdapat pula pihak-pihak yang memerlukan dana jangka pendek. Dengan demikian, pasar uang memungkinkan kedua pihak untuk melakukan transaksi keuangan.

Beberapa jenis instrumen pasar uang antara lain yaitu obligasi pemerintah, sertifikat deposito, dan commercial paper.

2.  Pasar Modal (Capital Market)

Dr. H. Budi Untung, S.H., C.N., M.M. (2011) mendefinisikan pasar modal sebagai perdagangan instrumen keuangan (sekuritas) jangka panjang, baik dalam bentuk modal sendiri (stocks) maupun hutang (bonds), baik yang diterbitkan oleh pemerintah (public authorities) maupun oleh perusahaan swasta (private sectors).

Pasar modal memungkinkan terpenuhinya kebutuhan dana jangka panjang untuk investasi jangka panjang dalam bentuk bangunan, peralatan, dan sarana produksi lainnya. Bentuk umum surat berharga yang diperdagangkan di pasar modal adalah obligasi, saham preferen dan saham biasa. Setiap instrumen pasar modal tersebut merupakan bukti kepemilikan modal dari lembaga yang mengeluarkannya yang dapat diperjualbelikan. Pemegang instrumen mengharapkan memperoleh keuntungan dengan kepemilikannya itu.


REFERENSI

Kamaludin, dan Rini Indriani (2012). Manajemen Keuangan "Konsep Dasar dan Penerapannya". Bandung: Penerbit CV. Mandar Maju.

Untung, Budi (2011). Hukum Bisnis Pasar Modal. Yogyakarta: Penerbit ANDI.

comment 0 Komentar:

Poskan Komentar

Artikel ini tidak akan berarti tanpa adanya komentar.