Aturan Penulisan Kata yang Tepat (1)

Laporan penelitian diharapan dapat dipahami oleh pembaca, sehingga penulis diharuskan memperhatikan persyaratan-persyaratan tertentu. Aturan penulisan laporan penelitian tidak sama dengan menulis cerita novel atau sejarah. Oleh karena penelitian adalah suatu pekerjaan ilmiah, maka laporan yang baik harus mengikuti aturan-aturan penulisan karya ilmiah.

Agar tidak terjadi kesalahan dalam penulisan usulan ataupun laporan penelitian, berikut ini disajikan beberapa aturan umum yang seringkali membingungkan sebagian penulis. Semoga dapat membantu.

Aktivitas atau Aktifitas?

Kita harus mengingat kembali kaidah tentang penyerapan kata asing. Dalam bahasa Indonesia, kata asing diserap dalam bentuk kata dasar maupun kata berimbuhan. Imbuhan asing, seperti akhiran -ization dan -ity, tidak diserap secara lepas dari kata dasarnya. Dengan kata lain, imbuhan asing diserap bersama kata dasarnya.

Contoh kata active diserap menjadi aktif, sedangkan kata berimbuhan activity diserap menjadi aktivitas. Sesuai dengan kaidah, kata yang berakhiran -ity diserap menjadi -itas, seperti university dan reality menjadi universitas dan realitas.

Mengap timbul kata aktifitas? Karena sebagian orang beranggapan bahwa kata aktifitas berasal dari kata dasar aktif yang diberikan akhiran -itas. Padahal akhiran -itas tidak diserap ke dalam bahasa Indonesia. Jadi, bentuk yang sebenarnya adalah aktivitas. Contoh yang lain kita jumpai pada kata efektif dan efektivitas.

Mempercayai atau Memercayai?

Ada kekeliruan dalam membedakan pemakaian dua kata ini karena dua hal, yaitu: (1) Orang menyangka bahwa suku pertama pada kata itu sama dengan imbuhan atau tidak, (2) Orang menganggap bahwa bentuk dasarnya masih asing atau tidak.

Perhatikan bahwa kata per- dalam percayai, pergoki, perkarakan, pengaruhi dan perkosa bukanlah imbuhan, sehingga bunyi yang tepat menjadi memercayai, memergoki, memerkarakan, memengaruhi, dan memerkosa.

Perhatikan bahwa kata per- dalam pertemukan dan pertandingkan adalah imbuhan, sehingga menjadi mempertemukan dan mempertandingkan.

Aturan lainnya berkaitan dengan masalah asing atau tidaknya bentuk dasar, bunyi p cenderung tidak dihilangkan. Contoh pada kata permutasi, persentasekan dan permanenkan menjadi mempermutasi, mempersentasekan dan mempermanenkan. Jika bentukan yang dihasilkan akan terasa mengaburkan bentuk dasar, bunyi p cenderung dihilangkan. Contoh lain pada kata mempascasarjanakan dan mempanglimakan.

Aturan Penulisan Lain

Izin, bukan ijin.
Jadwal, bukan jadual
Kuantitas, bukan kwantitas


http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/indeks_petunjuk_praktis

comment 0 Komentar:

Poskan Komentar

Artikel ini tidak akan berarti tanpa adanya komentar.

Delete this element to display blogger navbar